Review Moto Z: Konsep Smartphone Modular Menjanjikan

Kali ini saya akan melakukan review Moto Z, smartphone teranyar dari Lenovo yang mengusung konsep modular. Sebenarnya konsep modular ini juga dicetuskan oleh Google dengan Project Ara-nya yang sudah ditutup.

Moto Z hadir dengan konsep modular yang mirip dengan Project Ara, tapi memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam review Moto Z kali ini, saya akan mengulas beberapa poin berikut:


Daftar Isi


Unboxing Moto Z

Unboxing Moto Z Indonesia

Paket Penjualan Moto Z di Indonesia

Menyasar pangsa pasar flagship, Moto Z hadir dengan paket bawaan yang cukup banyak. Selain unit smartphone-nya sendiri, kita akan mendapatkan Moto Shell (cangkang untuk back cover), kabel USB Type C to audio jack, buku manual, earphone, kabel USB, charger dan bumper.

Desain

Meski sudah dibeli oleh Lenovo, desain smartphone dari Moto Z ini tetap menjaga warisan dari desain pendahulunya. Bagi saya ini merupakan hal positif, karena desain khas Motorola cukup melegenda dan khas.

Hampir keseluruhan bodi dari ponsel ini dibalut dengan bahan alumunium dan terlihat kokoh. Moto Z cukup tipis, dengan dimensi hanya 153.3 x 75.3 x 5.2 mm dan berat 136 gram, membuat ponsel ini tidak hanya tipis, namun juga cukup ringan untuk dibawa.


Baca juga: Review Moto E3 Power: Desain Bagus, Harga Terjangkau


Desain belakang Moto Z

Desain belakang Moto Z

Kekurangan dari desain Moto Z tersebut adalah tidak nyaman digenggam. Bukan karena desain yang tipis, melainkan karena bagian belakang dari Moto Z tidak memiliki sandaran untuk telapak tangan. Namun begitu saya memasang Moto Shell, maka tingkat kenyamanan meningkat 100%.

Moto Mod Shell

Moto Mod Shell

Pada bagian depan, kalian akan melihat sensor, speaker (untuk keperluan telepon) dan kamera depan berada di bagian atas. Sedangkan pada bagian bawah, ada microphone dan sensor sidik jari yang menurut saya agak aneh.

Sensor sidik jari pada Moto Z ini tidak seperti kebanyakan ponsel lain yang memiliki sensor serupa. Pada Moto Z, sensor sidik jari ini hanya berfungsi sebagai sensor saja, bukan sebagai home button. Tombol home button dan dua tombol lainnya adalah tomobol capacitive dan akan muncul di layar. Menurut saya, ini agak aneh dan buang-buang ruang.

Untuk peletakkan tombol suara dan power, tidak jauh berbeda dengan kebanyakan ponsel lain yang terletak di sebelah kiri. Sedangkan untuk kartu SIM terletak di bagian atas.

Moto Z sudah membawa Usb type-C yang bisa digunakan untuk fast charging, transfer data lebih cepat dan sebagai pengganti jack audio yang hilang. Yup, Moto Z nampaknya meniru langkah Apple dengan menghilangkan audio jack 3.5 mm.

Mungkin kedepannya, kita akan semakin banyak melihat ponsel semakin tipis dan menghilangkan audio jack 3.5 mm. Apakah kita benar-benar membutuhkan ponsel yang sangat tipis? ataukah lebih membutuhkan jack audio 3.5 mm?

Layar

Moto Z memiliki ukuran layar 5.5 inchi dengan teknologi layar AMOLED. Resolusi yang dimiliki adalah 1440 x 2560 pixel (535 ppi) dan sudah dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 4.

Layar AMOLED yang dimiliki Moto Z membuat mata terasa nyaman saat digunakan, entah untuk bermain game atau melihat video. Jika kalian belum pernah mencicipi layar super AMOLED, maka layar dari ponsel flagship ini bisa dibilang tanpa cela.

Perlindungan dari teknologi terbaru dari Corning Gorilla Glass juga membuat kita merasa aman tanpa takut layar ponsel tergores benda-benda tajam saat dimasukkan kantong celana.

Kamera

Saat melakukan review smartphone-smartphone flasghip, tentu bagian ini akan menjadi perhatian tersendiri. Hal itu juga berlaku saat melakukan review Moto Z kali ini.

Moto Z memiliki dual-kamera dengan kualitas yang mumpuni. Pada kamera utama, kita akan disuguhi kamera 13 megapixel dengan f/1.8, laser autofocus, teknologi OIS dan dual-LED (dual tone) flash. Untuk video, kamera utama ini bisa merekam dengan kualitas 2160p@30fps dan 1080p@60fps.

Saat saya gunakan untuk memotret, saya puas dengan hasilnya. Bahkan saat memotret dengan kondisi cahaya minim, hasil yang ditampilkan cukup bagus.

Sedangkan untuk kamera depan, Moto Z memiliki kamera dengan kekuatan 5 megapixel, f/2.2, dan LED flash. Agar hasil selfie atau wefie terlihat bagus, Moto Z memberikan fitur beautification yang menghasilkan gambar lebih bagus namun tidak lebay seperti milik Xiaomi.

Di bawah ini adalah hasil foto-foto dengan berbagai situasi (klik foto untuk melihat versi asli).

Foto Moto Z Indoor

Foto Indoor

hasil foto moto z outdoor dengan flash

Foto outdoor dengan flash

hasil foto moto z low light tanpa flash

Foto lowlight

Fitur

Banyak fitur yang dibawa Moto Z, namun saya hanya akan menyebutkan beberapa fitur yang saya anggap menarik dan berguna.

Sensor sidik jari

Terlepas dari mubadzir-nya fungsi dari tombol ini, performa sensor sidik jari milik Moto Z patut diacungi jempol. Cepat dan akurat. Peletakan sensor berada di depan juga memudahkan penggunanya saat ingin membuka layar saat posisi ponsel terletak di atas meja. Sensor Moto Z ini bisa menyimpan hingga 5 sidik jari berbeda.

4G LTE

Ponsel flagship saat ini wajib mengadopsi fitur ini. Jika tidak maka bersiap-siaplah untuk tidak laku. APalagi saat ini jaringan 4G-LTE di Indonesia sudah mulai berkembang.

NFC

Bagi saya, NFC adalah fitur yang wajib ada ponsel kelas atas. Selain digunakan untuk mempermudah transfer foto, NFC sangat berguna ketika melakukan pembayaran dan wireless charging.

Dual-SIM

Meskipun hybrid, keberadaan dual-SIM pada ponsel flagship cukup menyenangkan. Di Indonesia, fitur dual-SIM tidak mengenal strata sosial. Daripada membawa dua po, nsel, tentu lebih nyaman dengan membawa satu ponsel dengan dua nomor. Bukan begitu?

Fast Charging

Mobilitas tinggi membuat kita banyak berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Seperti kita tahu, tidak banyak smartphone saat ini yang bisa bertahan lama. Denganf itur ini, kita bisa mendapatkan tambahan daya baterai hanya dalam beberapa menit charge saja.

Moto Mod

Nah ini adalah fitur langka yang hanya dimiliki ponsel Moto. Dengan Moto Mod, kita bisa melakukan kustom ponsel dan menambahkan fungsi baru sesuka hati.

Saat ini, ada beberapa Moto Mod yang sudah bisa kita beli, yaitu Moto Style Shell, JBL SoundBoost, Moto Insta-Share Projector, Hasselblad True Zoom, Incipio offGRID™ Power Pack, Incipio Vehicle Dock dan mophie juice pack.

Lenovo juga menyediakan Moto Mod Development Kit bagi kalian yang ingin menyumbang ide Moto Mod apalagi yang bisa dipasangakan dengan ponsel dari keluarga Moto.

Software

Sama seperti Moto E3 Power, Moto Z menggunakan Android tanpa kustom seperti ponsel dengan merek Lenovo. Tidak ada bloatware dari pihak ketiga, kecuali memang fitur yang disediakan oleh Moto Z seperti Moto Voice. 

Saat pembelian, versi Android yang di dapatkan adalah Marshmellow, namun Lenovo mengklain bahwa Moto Z akan mendapatkan update Android Nougat.

Performa

Performa dari Moto Z ini sangat memuaskan, untuk memainkan game-game berat sekalipun. Tidak ada lag meskipun banyak aplikasi yang dibuka. Sangat sulit untuk mencela performa dari ponsel ini. Optimasi software dan hardware tinggi dari ponsel ini terbayar tuntas.

Baterai

Saya berharap ponsel ini membawa daya 3000 mAh. Namun sepertinya, desain yang tipis membuat Moto Z hanya dijejali baterai bertenaga 2600 mAh. Dengan penggunaan normal, Moto Z mampu bertahan sekitar 5-6 jam saja. Sedikit disayangkan.

Harga Moto Z di Indonesia

Harga Moto Z di Indonesia adalah Rp 8.500.000, harga yang cukup mahal. Dengan range harga disekitar itu, orang akan membandingkan dengan Samsung Galaxy S7 atau iPhone 7 yang keduanya sudah memiliki nama di pasar Indonesia.

Namun tak bisa dipungkiri, sama seperti HTC, smartphone Moto memiliki fanbase tersendiri. Apalagi Moto Z memiliki keunggulan semi-modular yang tidak dimiliki oleh pabrikan lain. Kustomisasi inilah yang akan coba dijual oleh Lenovo agar fans dari ponsel Moto kembali.

Jika Lenovo Indonesia bisa mendatangkan seluruh Moto Mod-nya, mungkin Moto Z bisa mendapatkan tempat khusus di hati pengguna smartphone tanah air.

Spesifikasi Teknis Moto Z

Operating System Android™ 6.0.1, Marshmallow
System Architecture/Processor Motorola Mobile Computing System
Contextual Computing Processor
Qualcomm® Snapdragon™ 820 processor 1.8 GHz Quad-core CPU
Adreno 530 GPU Natural Language Processor
Memory (RAM) 4GB LPDDR4 ⁴
Storage (ROM) 64 GB,⁴ microSD Card support (up to 2 TB)⁵
Dimensions Height: 153.3 mm
Width: 75.3 mm
Depth: 5.19 mm
Weight 136g
Display 5.5” AMOLED
1440p Quad HD (2560 x 1440)
535 ppi
Corning® Gorilla® Glass
Battery Mixed usage up to 24 hours¹ (2600 mAh)
TurboPower™ for up to 7 hours of power in 15 minutes of charging²
Water Protection Water repellent nano-coating³
Networks 4G LTE (Cat 6)
UMTS / HSPA+
GSM / EDGE
Bands (by model) GSM / GPRS / EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
UMTS / HSPA+ (850, 900, 1700, 1900, 2100 MHz)
4G LTE (B1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 17, 19, 20, 25, 28, 38, 40, 41)
SIM Card Nano-SIM
Dual-SIM with 4G + 3G , 3G + 3G standby support
Sensors Fingerprint reader
Accelerometer
Ambient Light
Gyroscope
Hall Effect
Magnetometer
Proximity
NFC Yes
Rear Camera 13 MP
ƒ/1.8 aperture
Optical Image Stabilization (OIS)
Laser Autofocus
Zero Shutter Lag
Color Correlated Temperature (CCT) flash with dual LEDs
1.12um pixel
Professional mode
Quick Capture
Best Shot
Scan barcodes, QR codes and Business cards
Google Photos integration with free original file size backup for two years
Shutter button or tap anywhere to capture
8X digital zoom
Burst mode
Night mode
Auto HDR
Closed loop processing
Panorama
Tap to focus & exposure
Video Stabilization
1080p HD video (60fps)
4K video (30fps)
Slow Motion video
Video HDR (1080p and 4K)
Front Camera 5 MP
ƒ/2.2 aperture
Wide-Angle lens
Flash
1.4um big pixel for better low light
Auto Night mode
Beautification software
Professional mode
Connectivity Moto Mods™ connector
USB-C port for headphones, charging and data transfer
3.5mm to USB-C headphone port adapter included
Bluetooth version 4.1 LE
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac 2.4 GHz + 5 GHz with MIMO
Speakers/Microphones Front-ported loud speaker
4-Mics
Video Capture 1080p (60 fps); 4K (30 fps)
Location Services A-GPS
Base Colours Black/Lunar Grey & White/Fine Gold

Kesimpulan

Tidak bisa dipungkiri, Moto memiliki sejarah yang cukup bagus dalam membuat smartphone. Desain khas, material berkualitas dan hardware tinggi adalah sisi positif dari Moto Z. Konsep semi-modular yang diberikan pada ponsel ini juga cukup unik. Jika harga bukan masalah, tentu Moto Z ini layak dimiliki.

0 I like it
0 I don't like it