Minat Tren Internet

Smartphone Android Nokia Hadir Tahun 2017

tablet nokia n1
Foto: Maurizio Pesce

Resmi sudah. Nokia mengumumkan akan merilis smartphone Android baru pada tahun 2017 mendatang. Konfirmasi itu hadir melalui rilis berita dan kembalinya laman kategori phones di situs Nokia.

Inspired by ambition, made for everyone.
Elegant simplicity. Trusted reliability. Lasting quality. We are unlocking new and extraordinary possibilities for billions of people. And we’re just getting started, with new smartphones coming in 2017.

Kalimat itu terpampang besar di laman tersebut. Namun, tidak hanya itu. Ada beberapa informasi lain yang menarik dan bisa diketahui saat ini.

Smartphone Nokia berbasis Android

Seperti sudah sering disebut di berbagai rumor sebelum ini (dan bisa diyakini), yang akan hadir adalah smartphone Android Nokia. Sekarang, informasi tersebut ditulis dengan jelas di situs resminya. Tepatnya tertulis: “We’re busy working on Nokia smartphones running Android™.” di kolom pendaftaran email.

tulisan Smartphone Android Nokia di situs
Smartphone Android Nokia akan segera hadir

Tahun 2011, Nokia secara resmi bekerja sama dengan Microsoft, dan secara eksklusif menggunakan sistem operasi Windows Phone di smartphone mereka. Smartphone itu bernama Lumia. Pada tahun 2013, divisi perangkat Nokia dibeli oleh Microsoft senilai 3,79 miliar euro, ditambah dengan kontrak lisensi paten senilai 1,65 miliar euro (total senilai 5,44 miliar euro atau 7,2 miliar dollar AS). Nokia juga setuju tidak akan memproduksi smartphone dengan merk Nokia sampai 31 Desember 2015.

Pada tahun 2015, Rajeev Suri, CEO Nokia, mengumumkan bahwa Nokia akan kembali ke bisnis smartphone pada tahun 2016.


Baca juga: 


Smartphone Nokia diproduksi oleh HMD Global

Ya, smartphone Nokia mendatang tidak diproduksi sendiri oleh Nokia. Yang akan memproduksi smartphone Android Nokia adalah HMD Global. HMD sendiri merupakan sebuah perusahaan baru (berdiri Mei 2016) yang berbasis di Finlandia.

Namun, nama-nama yang ada di balik HMD bukanlah nama asing. CEO HMD Global, Arto Nummela, bergabung dengan Nokia pada tahun 1994 sampai akuisisi oleh Microsoft. Selain itu, ada juga Pekka Rantala, mantan CEO Rovio Entertainment (ingat Angry Birds?) yang menjadi Chief Marketing Officer-nya.

Menyusul penghapusan nilai akuisisi divisi perangkat Nokia, Microsoft menjual divisi feature phone dengan merk Nokia pada FIH Mobile (salah satu divisi Foxconn) dan HMD Global. Penghapusan nilai akuisisi ini akan benar-benar selesai pada tahun 2017. Sedangkan transaksi antara Microsoft, FIH Mobile, dan HMD Global selesai tahun ini (tepatnya tanggal 1 Desember, bersamaan rilis berita Nokia).

Selesainya transaksi tersebut berarti bahwa HMD memegang lisensi eksklusif untuk produksi perangkat bergerak dengan merk Nokia sampai 10 tahun ke depan. Perangkat bergerak tersebut meliputi handphone pemula (feature phone), smartphone, dan tablet.

Nokia branded feature phones remain one of the most popular choices of mobile phone in many markets around the world today and HMD will continue to market them as part of an integrated portfolio, alongside a new range of smartphones and tablets to be announced later by HMD.

~ Nokia


Fans Nokia bisa jadi memiliki perasaan yang agak tercampur aduk membaca berita ini. Handphone Nokia dikenal luas karena kualitasnya yang prima. Tahan banting, awet, dan dengan inovasi yang berani. Saya sendiri masih punya empat handphone Nokia (Nokia e63, Nokia E7, Nokia Lumia 920, dan Nokia Lumia 930 yang saya gunakan). Walau beberapa sudah menunjukkan usianya, semua masih berfungsi dengan baik (bahkan Nokia E7 yang sempat terendam air, padahal berbodi aluminium).

Pertanyaan pertama yang mungkin terlintas adalah apakah kualitas khas Nokia juga akan hadir di smartphone produksi HMD? Pertanyaan kedua, bagaimanakah smartphone Android Nokia bersaing di pasar yang penuh sesak, padahal tidak semua mendapat untung?

Yah, kedua pertanyaan itu sangat erat berhubungan. Karena yang bisa sukses di Android adalah mereka yang menghasilkan smartphone dengan paduan desain dan spesifikasi mumpuni, dengan harga semurah mungkin (The Verge menulis artikel menarik tentang ini). Pilihan ke Android juga satu-satunya langkah yang masuk akal. Mari kita lihat: iOS merupakan sistem operasi eksklusif Apple, kita sudah menyaksikan apa yang terjadi antara Nokia dan Windows, lalu produksi dengan sistem operasi lain mungkin akan menghabiskan sumber daya yang terlalu besar.

Melihat hantaman gelombang smartphone produksi Cina (Huawei, Oppo, dan Xiaomi), Nokia dan HMD Global memiliki tantangan besar. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain menunggu hadirnya smartphone Android Nokia, dan menilainya kemudian.