Review ASUS ZenBook 3 UX390: Desain Keren, Performa Paten

Review ZenBook 3

Sudah hampir tiga bulan saya mengganti Thinkpad Yoga dengan ASUS ZenBook 3 UX390 (ZenBook 3) sebagai laptop utama. Saya cukup terkejut dengan performa laptop tipis ini, bukan hanya bisa diandalkan untuk mobilitas, namun ZenBook 3 UX390 ini mampu digunakan untuk proses video editing. Untuk lebih jelasnya, inilah review ASUS ZenBook 3 UX390 ala Urbandigital.

Unboxing

Sebagai laptop yang menyasar kelas premium, Paket pembelian dari ZenBook 3 tentulah tidak mengecewakan. Selain packaging-nya yang berkelas, ASUS memberikan beberapa bonus untuk pembelinya.

Selain unit ZenBook 3 dan perlengkapan pokok seperti charger serta buku manual, kIta akan mendapatkan sleeve laptop, USB dongle dan kain untuk lap membersihkan laptop. Untuk charger, ASUS memberikannya dalam bentuk yang kecil, jadi tidak begitu memakan tempat ketika di bawa bepergian.

Desain

Saya termasuk orang yang menjadikan desain sebagai alasan utama saat membeli gadget, dan ZenBook 3 mampu memberikan desain yang cukup menarik mata. Meski banyak orang yang mengatakan bahwa desain dari laptop ini mirip dengan MacBook Air, namun tetap saja, ZenBook 3 memiliki daya tarik tersendiri.

ZenBook 3 hadir dengan tiga pilihan warna, yaitu Quartz Grey, Royal Blue dan Rose Gold. Saya memilih warna Royal Blue karena terlihat lebih elegan dan mewah. Guratan-guratan berbentuk lingkaran (Zen circle) juga tetap hadir di permukaan bagian depan laptop.

Jika diminta untuk menyebutkan sisi negatif dari desain ZenBook 3, maka saya akan menyebutkan bahwa material yang ZenBook 3 terlalu mudah menempelkan jejak sidik jari, atau biasa disebut fingerprint magnet. Jadi buat kalian yang memiliki OCD, pasti akan risih melihat jejak-jejak sidik jari menempel pada laptop.


Artikel terkait: 4 Alasan Sexy Membeli ZenBook 3


Layar

ZenBook 3 mengusung layar berukuran 12.5″ (16:9) LED backlit dan sudah menggunakan resolusi full HD (1920×1080). Untuk melihat video atau film, layar dari laptop ini sudah mencukupi. Bahkan ketika digunakan untuk bermain beberapa game Xbox standar (Windows 10 PC), saya merasa grafis yang ditampilkan sudah apik.

Saat digunakan di luar ruangan, layar laptop masih bisa menampilkan gambar dengan jelas. Saya tidak merasa terganggu ketika harus beraktivitas di luar ruangan dengan ZenBook 3.

Hal negatif dari layar ZenBook 3, jika saya bandingkan dengan layar dari ThinkPad Yoga, layar dari ZenBook 3 lebih mudah menempelkan jejak bentuk keyboard saat laptop dalam keadaan tertutup seharian. Oleh karenanya, bonus lap dari ASUS sangat membantu untuk urusan seperti ini.

Audio

Bekerjasama dengan Harman Kardon, suara yang dihasilkan oleh ZenBook 3 terdengar bagus dan nyaman. Saya mencoba berbagai jenis genre lagu, dan saya tidak menemukan komplain saat mendengarkannya.

Berbeda dengan laptop ASUS yang pernah saya ulas, tidak ada software bawaan Sonic Master untuk memaksimalkan suara. Mungkin saja ASUS merasa bahwa kualitas suara dari Harman Kardon sudah bagus dan tak perlu rekayasa dari perangkat lunak. Padahal tidak ada salahnya memberikan Sonic Master untuk laptop ini. Hanya ada perangkat lunak Audio Wizard untuk mengatur kualitas suara secara kustom.

Touchpad dan Keyboard

Posisi keyboard cukup nyaman, tiap tombol memiliki jarak yang cukup, sehingga membuatnya nyaman untuk mengetik, bahkan untuk waktu yang cukup lama.

Keyboard dari ZenBook 3 juga memiliki lampu backlight yang akan sangat membantu ketika kita mengetik di ruangan yang minim cahaya. Percayalah, fitur ini sangat membantu, terutama buat kalian yang sering bepergian naik pesawat.

Pada bagian touchpad, laptop ini sudah mendukung multi finger, jadi buat kalian yang beralih dari Mac, tidak akan banyak mengubah kebiasaan saat beralih ke laptop ini. Sensornya juga sensitif dan cepat, mengarahkan kursor atau melakukan drang-and-drop tidak mengalami kesulitan.

Kelemahan dari touchpad ZenBook 3 adalah ukurannya yang tidak sebesar milik Mac. Akibatnya, jika digunakan dalam waktu yang lama, tangan akan terasa capek dan pegal.

Sensor Sidik Jari

Inilah yang menjadi daya tarik ZenBook 3 dibandingkan Mac. ZenBook 3 memiliki sensor sidik jari yang berguna untuk login menggunakan fitur Windows Halo. Saat kondisi normal, sensor ini cukup responsf mendeteksi sidik jari kita. Namun terkadang, sensor sidik jari tidak bisa digunakan.

Saya tidak tahu pasti kenapa bisa seperti itu, kemungkinan bisa karena driver sensor sidik jari dan Windows Halo memiliki bug. JIka bug tersebut berhasil diatasi, tentu sensor sidik jari milik ZenBook 3 tidak sekedar menjadi nilai tambah saja.

Port

Ramping dan tipisnya desain dari ZenBook 3 harus mengorbankan beberapa port yang masih sering digunakan di Indonesia. Kita hanya akan mendapatkan dua port saja, yaitu jack audio dan USB Type-C. Itulah mengapa ASUS memberikan aksesoris USB dongle dalam paket pembeliannya.

Baterai

Selain desain, faktor baterai adalah alasan lain mengapa saya suka dengan ZenBook 3. Pengalaman menggunakan laptop ini sebagai gadget harian, saya mendapatkan waktu hingga 7 jam. Aktivitas yang saya lakukan antara lain, mengetik, nonton YouTube, email, browsing dan sedikit bermain game Sim City. Saya tidak perlu lagi membawa charger laptop saat bekerja di luar rumah.

Lain-lain

ASUS ZenBook 3 memiliki beberapa varian, mulai dari prosesor Intel i5 dengan RAM 4 GB dan SSD 256 GB hingga yang terbesar memiliki spesifikasi prosesor Intel i7, RAM 16 GB dan SSD PCIE 1 TB. Ketika membeli ZenBook 3, kita juga sudah mendapatkan lisensi Windows 10 Home.

Performa

ASUS ZenBook 3 yang saya gunakan untuk review menggunakan spesifikasi prosesor Intel i5 7200 2.5GHz dengan SSD 256 GB.

Laptop tersebut memiliki kinerja yang baik. Saya tidak memiliki keluhan yang berarti. Menjalankan Windows 10 Home tidak ada kendala.

Begitu juga dengan aplikasi-aplikasi penting seperti Microsoft Office, SimCity, Chrome bahkan untuk mengedit video dengan Wondershare Filmora bisa berjalan dengan baik.

Terkadang saya mengalami panas yang masih bisa ditolerir, ketika menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

Spesifikas Teknis

Prosesor Intel® Core™ i7 7500U Processor
Sistem Operasi Windows 10 Home
Memori 16 GB LPDDR3 2133MHz SDRAM Onboard Memory
Display 12.5″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Glare 60Hz Panel with 72% NTSC
Grafis Integrated Intel HD Graphics 520
Storage Solid State Drives:
1TB PCIE Gen3 SSD
Keyboard Illuminated Chiclet Keyboard
WebCam VGA Web Camera
Networking Wi-Fi
Integrated 802.11 AC (WIDI Support)
Interface 1 x COMBO audio jack
1 x USB 3.1 TYPE C port(s)
Baterai 6 Cells 40 Whrs Polymer Battery
Adaptor Daya Plug Type :USB TYPE C
Output : 20 V DC, 2.25 A, 45 W
Input : 100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Dimensi 296 x 191.2 x 11.9 mm (WxDxH) (w/ 6cell battery)
Berat 910 g with Battery
Lain-lain Finger Print Reader

Kesimpulan

Menggunakan ZenBook 3 sangatlah menyenangkan. Saat berada di cafe atau sedang presentasi di klien, ZenBook 3 cukup menyita perhatian dengan desainnya yang cantik.

Untuk mobilitas, tak perlu diragukan lagi, dengan baterai yang tahan lama, laptop ASUS ini mampu menjawab tantangan kaum pengguna yang cukup mobile.

Jadi untuk siapa ZenBook3 ini? laptop ini cocok untuk kalian yang memiliki mobilitas tinggi, content creator, profosional atau pelaku bisnis yang sering bepergian akan sangat cocok dengan laptop ini.

0 I like it
0 I don't like it

2 Comments

  1. Tipisnya itu loh bikin kesengsem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *