7 Kesalahan Saat Memotret Menggunakan Handphone

memotret pakai handphone
Foto: Josh Rose

Fotografi dengan handphone memang sudah canggih. Begitu canggihnya sampai sering kita menganggap semua hasilnya pasti bagus. Namun tetap saja ada yang namanya human error. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memotret pakai handphone.

Kesalahan tersebut sebenarnya juga bisa kita maklumi. Beberapa disebabkan karena kurang memahami prinsip dasar fotografi. Sebagian lainnya, berhubungan dengan nilai-nilai keindahan (seni). Bukan berarti sesuatu yang rumit, malah justru yang sederhana.

Jujur, saya sendiri jarang menggunakan fitur memotret pro/advance/analog/manual. Kalau tidak memerlukan pengaturan khusus, saya cenderung menggunakan setelan otomatis. Cara praktislah yang selalu saya pegang. Jadi saya pikir hal ini berlaku secara umum.

Mari kita lihat kesalahan yang terjadi saat memotret pakai handphone.

BACA JUGA
Tips Memotret Foto Hitam Putih Keren

1. Terburu-buru

Hal ini sangat umum terjadi saat kita memotret pakai handphone. Seringkali kita terlalu bersemangat. Takut momen yang terbaik lewat.

Alasan tersebut tidak salah. Namun, saat terburu-buru, kita tidak sempat memperhatikan kondisi. Hasilnya, foto bisa jadi kabur, gelap, atau tidak enak dilihat.

Solusi: Tenangkan diri, lihat kondisi, dan pertimbangkan bagaimana memotret yang baik.

2. Selalu menggunakan auto-focus

Fitur auto-focus memang memudahkan. Tapi, hal ini tidak tepat untuk segala kondisi. Tidak jarang, kamera mengambil fokus di obyek yang salah.

Hal ini sering terjadi kalau kamu menggunakan tombol kamera, dan bukan tap–to–shot. Aplikasi kamera akan mengambil fokus di obyek yang menurutnya “benar”. Tidak memakai fungsi tap–to–shot juga tidak masalah, asal bisa memilih obyek foto dengan benar.

Solusi: Walau auto-focus, gunakan fungsi tap untuk memilih obyek utama. Selain mengambil obyek tersebut sebagai fokus, kamera juga mengukur pencahayaan di obyek tersebut.

3. Tidak peduli arah dan komposisi

Yang sering terjadi, kita hanya memotret dengan pertimbangan “semua terlihat”. Yang jadi masalah adalah kadang obyek foto “kalah” oleh latar belakang, orang terlihat tidak proporsional, potongan foto terlihat aneh atau nanggung, dll. Belum lagi kalau dipotong untuk Instagram ternyata obyek tidak sesuai dengan bingkai tampilan.

Solusi: Gunakan panduan grid (rule of third, dll), golden ratio, square, yang sering ada di aplikasi kamera. Jangan terlalu dekat, beri ruang untuk cropping.

BACA JUGA
Tips Fotografi Menggunakan Handphone

4. Melawan arah cahaya

Fotografi pada dasarnya adalah merekam cahaya. Kalau kita memotret melawan arah cahaya (sinar berhadapan dengan lensa kamera), obyek akan terlihat lebih gelap. Misalnya kamu memotret di dalam ruangan dengan jendela ada di belakang obyek.

Solusi: Usahakan sumber cahaya ada di belakangmu dan menyinari obyek. Kecuali kalau kamu mau membuat siluet. Kalau terpaksa, kamu bisa memanfaatkan lampu flash sebagai fill-in (cahaya pengisi) atau minta teman membantu menyinari dengan lampu lain (senter dari handphone juga bisa).

5. Flash selalu menyala

Walau berguna, lampu flash jarang berfungsi secara ideal. Hasil foto menggunakan lampu flash cenderung memiliki kontras tinggi, pencahayaan yang datar (karena cahaya dari depan), warna yang kurang enak dilihat.

Solusi: Cari tempat atau arah dengan cahaya yang lebih baik. Kalau terpaksa, minta teman menyorot dengan lampu senter (handphone) dari arah agak samping. Perhatikan intensitas cahaya, jangan terlalu dekat.

6. Menggunakan digital zoom

Hampir dalam semua kondisi, digital zoom menghasilkan foto yang buruk. Pada dasarnya, digital zoom hanya membesarkan bidang gambar, dan mengurangi kerapatan piksel. Hasilnya kualitas foto lebih rendah daripada seharusnya.

Solusi: Potret apa adanya, crop kemudian (tapi jangan crop terlalu kecil). Kalau memang perlu, mendekatlah ke obyek.

BACA JUGA
5 Tips Membuat Foto Travel dengan Hasil Unik

7. Tidak menggunakan tumpuan di cahaya rendah

Karena kamera handphone sudah canggih, kita sering menyepelekan pentingnya tumpuan (atau menggunakan tripod). Padahal saat memotret low light, tumpuan tetap penting.

Sekali lagi, fotografi adalah merekam cahaya. Foto low light membutuhkan waktu lebih lama sampai cahaya ideal terekam di sensor kamera. Gerakan kecil (misalnya 1 mm) bisa mengacaukan hasil foto (di lokasi obyek bisa 1 m). Hasilnya, gambar menjadi kabur.

Solusi: Gunakan tripod. Kalau tidak punya, bersandarlah atau cari tumpuan tangan yang kokoh. Gunakan timer supaya gerakan dari memencet tombol tidak mempengaruhi proses memotret.

(Juru tulis dan desain)

Hobi nonton film dan baca buku. Punya kekuatan super: doyan nongkrong dan ngobrol.

One Comment

  1. Yang ketiga sering banget ane lakuin