Editorial Minat

Handphone Nokia Apa yang Pernah Kalian Miliki?

handphone nokia e7
Foto: Abul Hussain

Handphone Nokia merupakan handphone yang terkenal. Salah satunya karena daya tahan yang kuat. Dengan mudah kita bisa menemukan berbagai video uji coba atau meme tentang hal itu.

Anak jaman sekarang mungkin lebih mengenal iPhone, Samsung, atau Xiaomi. Tapi kalau kamu termasuk salah satu yang mengalami masa kebangkitan handphone. Kemungkinan besar kamu pernah menggunakan handphone Nokia.

Setelah dibeli oleh Microsoft beberapa tahun lalu, Nokia mencoba kembali peruntungannya di dunia smartphone melalui HMD Global. Belum lama ini smartphone Nokia 6 dirilis secara terbatas di Cina. Kabarnya, di acara Mobile World Congress bulan ini, HMD Global akan merilis beberapa smartphone baru. Konon, termasuk versi yang dibuat untuk menghormati Nokia 3310 yang legendaris.

Mas Taufik Hasan dari Ngonoo pernah bertanya “Handphone apa yang pertama kalian miliki?” melalui akun Facebook-nya. Pertanyaan itu membuat saya berpikir, handphone apa saja ya yang pernah saya punyai. Walau pun saya bukanlah fanboy, tapi ternyata sebagian besar handphone saya adalah handphone Nokia. Nah, kali ini ijinkan saya berbagi sejarah handphone saya, yang mungkin sedikit mengikuti sejarah Nokia.


Baca juga: Handphone Android Nokia 6 Dirilis Di Cina


Nokia 8110 alias Nokia Pisang

nokia 8110 atau nokia pisang
Foto: Krystof. K

Handphone ini adalah handphone pertama yang saya miliki. Waktu itu, saya belum tahu apa-apa soal handphone atau Nokia. Belakangan, saya baru tahu bahwa handphone ini merupakan handphone yang digunakan oleh Neo di film Matrix. Bentuknya yang panjang dan melengkung membuat Nokia 8110 ini lebih dikenal dengan nama Nokia Pisang di Indonesia.

Nokia 3310

Handphone Nokia 3310
Foto: Super Legendary

Siapa yang tidak tahu handphone ini? Nokia 3310 merupakan handphone Nokia paling ikonik sepanjang masa. Meme tentang bagaimana handphone ini lebih kuat dari apapun tersebar luas di internet. Di Indonesia, handphone ini dikenal sebagai handphone sejuta umat, menggantikan kakaknya Nokia 3210.

Apakah handphone ini memang setangguh legendanya? Walau tidak sebombastis yang ada di meme, seingat saya memang Nokia 3310 cukup bandel. Sudah beberapa kali handphone saya jatuh — sampai terpisah casing depan, belakang dan baterainya — namun tidak pernah rusak.

Nokia 6610

Nokia 6610i
Foto: Xkury

Handphone ini mungkin bukan handphone yang populer. Tapi Nokia 6610 adalah handphone polyphonic pertama yang saya punya. Polyphonic! Hahaha, waktu mp3 belum bisa masuk handphone, suara polyphonic bagaikan dering merdu di telinga. Walaupun secara keseluruhan bagus, Nokia 6610 sering bermasalah di keypad-nya.

Nokia 6260

Nokia 6260

Nokia 6260 merupakan salah satu contoh keberanian Nokia menerapkan desain inovatif di handphone-nya. Kamera handphone ini ada di sisi pinggir bodi (berseberangan dengan tombol volume dan tombol kamera). Jadi ketika layar dibuka dan diputar, kita bisa memotret atau merekam video dengan lebih enak. Bodinya solid dan kokoh. Ahem, pernah jatuh saat saya naik motor, dan tidak rusak.

Nokia E63

nokia e63
Foto: Masatsu

Nokia E63 merupakan versi lebih murah dari Nokia E72. Kedua handphone itu melanjutkan usaha Nokia melawan Blackberry yang meramaikan pasaran dengan handphone QWERTY. Handphone ini menggunakan sistem operasi Symbian S60. Saya ingat kalau saat itu aplikasi Twitter paling populer di sini adalah Gravity. Handphone ini masih ada sampai sekarang, dan masih berfungsi dengan baik.


Baca juga: Apa itu PureView?


Nokia E7

nokia e7
Foto: Abul Hussain

Nokia E7 adalah handphone dengan keyboard QWERTY dengan layar yang bisa digeser ke atas. Saat itu, dengan RAM 256 dan memori internal 16 GB, handphone ini memberi kemewahan tersendiri. Begitu juga dengan kamera 8 MP dan rekaman video 720p. Apalagi dengan bodi dari aluminium. Sedangkan sistem operasinya menggunakan Symbian ^3 dengan Symbian Belle sebagai versi terakhir.

Handphone ini juga masih saya simpan, dan masih berfungsi (bisa memainkan Asphalt 6 dengan baik). Yang rusak hanyalah tombol home, karena pernah tidak sengaja tercelup di dalam air.

Nokia Lumia 710

lumia 710

Lumia 710 merupakan pengalaman saya menggunakan Windows Phone. Saat itu versinya adalah Windows Phone 7.5 Mango. Ukuran handphone ini tidak terlalu besar dan spesifikasinya juga tidak terlalu tinggi. Tapi penampilannya cukup menarik. Handphone ini menjadi titik awal lahirnya blog idwinmo, yang kemudian menjadi idwinphone, dan sekarang menjadi UrbanDigital ini.

Nokia Lumia 720

lumia 720

Lumia 720 merupakan kelanjutan dari Lumia 710. Handphone ini hadir sebagai handphone kelas menengah yang tangguh. Walau pun tidak memiliki spesifikasi paling canggih, handphone ini sudah menghadirkan kehebatan teknologi kamera Nokia untuk memotret low light (saat itu belum jadi tren) di kelas menengah.

Nokia Lumia 920

lumia 920

Lumia 920 adalah handphone flagship Nokia saat itu. Selain terkenal membawa kembali ketangguhan handphone ala Nokia, Lumia 920 juga dikenal karena kemampuan kameranya. Handphone ini membawa teknologi PureView dengan optical image stabilization baik untuk foto dan video.

Handphone ini juga masih saya miliki. Sayangnya, Lumia 920 yang ada di tangan saya, merupakan edisi dengan cacat layar, yang menjadi kekuningan setelah sekian lama. Selain itu, semua masih berjalan baik.

Nokia Lumia 930

lumia icon 930

Nokia Lumia 930 merupakan versi global dari Nokia Icon yang dirilis di Amerika (Verizon). Handphone ini melanjutkan handphone Nokia Lumia seri 9, setelah Lumia 920 dan Lumia 925. Seperti Lumia 925, Lumia 930 juga menggunakan bingkai metal di sisi bodinya. Saat itu, handphone ini termasuk sebagai salah satu yang memiliki ketajaman layar tertinggi (~441 ppi).

Handphone ini masih saya miliki. Sayangnya, kelihatannya ada masalah di baterai, yang menyebabkannya selalu restart tanpa henti (kecuali kalau di-charge). Kadang, handphone ini masih saya gunakan untuk memotret dengan bantuan power bank tertancap di sana.


Baca juga: Review Moto Z: Konsep Smartphone Modular Menjanjikan


Di antara berbagai handphone Nokia itu, saya juga sempat menggunakan beberapa handphone lain, seperti Samsung dan Motorola. Namun entah kenapa, saya selalu bertemu lagi dengan Nokia. Inikah yang disebut takdir? 😀

Dengan gagalnya Lumia 920 mendapat update resmi Windows 10 Mobile, dan masalah di Lumia 930, berakhirlah petualangan saya dengan handphone Nokia. Paling tidak untuk sementara ini. Entah nanti kalau HMD Global berhasil memproduksi handphone yang menarik.

Nah, apakah ada di antara handphone di atas yang pernah kalian miliki? Mungkin versi lain? Kalau handphone produksi HMD Global dengan merk Nokia itu sampai di Indonesia, apakah kalian tertarik membelinya?