Apakah Smartphone Flagship Lama Masih Layak Dibeli?

Lumia 930 dan Nokia wireless charger

Setelah melewati masa kejayaannya, handphone flagship murah banyak ditemui. Namun pertanyaannya, apakah handphone flagship itu masih layak dibeli? Ataukah lebih baik membeli handphone baru walau bukan flagship?

Handphone flagship adalah handphone dengan spesifikasi canggih yang jadi andalan dari merk yang memproduksinya. Salah satu contohnya adalah Galaxy S dan Galaxy Note. Keduanya merupakan seri yang jadi flagship dari Samsung.

Beberapa orang memilih membeli handphone flagship. Entah karena fitur yang lengkap atau karena sekedar ingin mendapat yang paling bagus. Sebagian lain, membeli handphone dengan lebih hati-hati. Entah karena dana terbatas, atau menganggap handphone itu sudah memenuhi kebutuhan.

Semua sah-sah saja.


Baca juga: 6 Hal Menarik Tentang ASUS Zenfone 3


handphone flagship samsung galaxy s8

Samsung Galaxy S8 dan Bixby

Membeli Samsung Galaxy S8 atau iPhone 7 memberikan tidak hanya gengsi tapi juga fungsi. Handphone flagship semacam itu memiliki teknologi terkini dan fitur paling lengkap. Tentu saja, hal itu harus ditebus dengan harga yang—ahem—sesuai.

Tapi ada kemungkinan lain. Bagaimana kalau kita membeli handphone flagship lama? Samsung Galaxy S5 misalnya? Atau HTC One M8? Bagaimana dengan iPhone 5s?

Menurut saya, membeli handphone flagship — baik yang lama maupun yang baru — tetap memiliki keuntungan tersendiri. Lalu apa keuntungan dari membeli yang lama? Toh teknologi berkembang pesat. Fitur yang ada di handphone flagship beberapa sudah dimiliki oleh handphone kelas menengah.

Ya, beberapa.

Tetap ada beberapa fitur yang hanya dimiliki oleh handphone flagship. Bahkan ada fitur yang dimiliki oleh handphone flagship lama dari merk satu, dan belum dimiliki oleh yang baru dari merk lain.

Saya mau memberi sedikit ilustrasi. Memang, saya tidak menggunakan handphone android atau iOS. Saat ini, saya masih menggunakan handphone Windows Phone Lumia 930 dengan Windows 10 Mobile sebagai sistem operasinya. Handphone lain yang saya pegang adalah Lumia 920 (Windows 10 Mobile Insider).

Lumia 930 dan Nokia wireless charger

Lumia 930 dan Nokia wireless charger

Lumia 920 adalah sebuah handphone flagship Nokia dari tahun 2012. Sedangkan Lumia 930 hadir di tahun awal 2014. Saat dirilis, Lumia 920 sudah dilengkapi dengan koneksi 4G, kamera 8.7 MP, OIS (Optical Image Stabilizer), NFC (Near Field Communication), wireless charging, sensitive touch, dan glance screen (melihat jam dan notifikasi di layar saat layar handphone gelap, bukan lock screen). Lumia 930 mewarisi apa yang sudah dimiliki 920 (kecuali glance). Salah satu yang saya sukai dari handphone ini adalah ketajaman layar ~441 ppi di bentang 5 inci.

Beberapa fitur di atas sudah bisa ditemui di handphone menengah saat ini. Sekedar untuk menegaskan poin, saya punya pertanyaan: berapa handphone kelas menengah yang memiliki wireless charging? Belum ada. Yah, bahkan iPhone 7 pun belum memilikinya.


Baca juga: Enaknya Pakai Wireless Charger


Kualitas lainnya pun masih cukup relevan dengan kondisi saat ini. Misalnya foto atau video. Yah, Lumia 920 memang sudah menunjukkan usianya. Lumia 930 di sisi lain, masih terlihat relevan. Masih bisalah bersaing dengan handphone menengah saat ini.

Sekedar ilustrasi tambahan, di bawah ini ada beberapa perbandingan fitur antara Lumia 930, Lenovo K4 Note, dan iPhone 7 Plus (data dari GSM Arena). Saya memilih perbandingan dengan Lenovo K4 Note karena harga handphone itu relatif terjangkau, dan kakak saya menggunakannya (jadi saya cukup kenal). Lalu iPhone 7 plus karena itu salah satu handphone mutakhir saat artikel ini ditulis.

Bukan mencari mana yang lebih unggul secara performa, tapi lebih untuk bisa memetakan lebih jelas.

Perbandingan handphone flagship lama, kelas menengah, dan flagship baru
Lumia 930 Lenovo K4 Note iPhone 7+
Layar 5 inci 5.5 inci 5.5 inci
1080 x 1920 1080 x 1920 1080 x 1920
~441 ppi ~401 ppi ~401ppi
AMOLED IPS IPS
Gorilla Glass 3 Gorilla Glass 3 ion-strengthen glass, oleophobic coating
Kamera 20 MP 13 MP dual 12 MP
OIS
Dual LED flash Dual LED flash Quad LED flash
2160p@30fps tidak 2160p@30fps
1080p@30fps 1080p@30fps 1080p@30fps
Baterai 2420 mAH 3300 mAH 2900 mAH
Wireless Charging tidak tidak
NFC ya ya ya (Apple Pay saja)
Rilis April 2014 Januari 2016 September 2016

Bisa dilihat — dari beberapa poin di tabel — Lumia 930 yang berasal dari dua tahun lalu masih punya fitur lebih. Ternyata menggunakan handphone flagship lama saat ini masih cukup layak. Ibaratnya punya pacar yang nggak malu-maluin diajak ke kondangan.

Walau begitu, harus diakui ada juga kelemahannya. Semakin lama sebuah handphone, dukungannya juga semakin berkurang. Baik dari sistem operasi maupun dukungan teknis lain. Contohnya Lumia 920 yang sudah tidak mendapat dukungan resmi Windows 10 Mobile. Handphone terkini, walaupun mungkin bukan flagship, jelas punya dukungan yang lebih baik.


Baca juga: 4 Alasan Untuk Tidak Membeli iPhone 7


Yang perlu diperhatikan adalah perbandingan umur handphone yang bersangkutan dan kecepatan perkembangan teknologi. Ada sebuah batas waktu ketika teknologi benar-benar melompat maju dan produk lama benar-benar sudah tidak bermanfaat.

Apakah dalam waktu 5 tahun? Atau akan lebih cepat lagi? Kalau dilihat dari tabel di atas, terdapat rentang dua tahun untuk keseimbangan beberapa fitur handphone. Tapi bisa jadi rentangnya akan semakin pendek.

Kelihatannya Lumia 930 masih punya umur cukup panjang. Tahun depan mungkin baru akan terasa uzur. Sedangkan Lumia 920, untuk tahun depan jelas sudah tidak relevan.

Jadi punya handphone flagship bisa disebut investasi jangka panjang. Karena punya teknologi canggih di masanya, umur teknologi yang dimilikinya juga jadi lebih awet.

Semoga apa yang saya bahas ini bisa sedikit membantu kalian yang ingin membeli handphone. Entah dengan strategi menabung untuk berinvestasi di handphone flagship, menunggu sampai handphone flagship lama turun harga, atau bahkan menentukan bahwa handphone kelas menengah–walau tidak canggih–sudah memenuhi segala kebutuhan.

0 I like it
0 I don't like it

(Juru tulis dan desain)

Hobi nonton film dan baca buku. Punya kekuatan super: doyan nongkrong dan ngobrol.

4 Comments

  1. Mantap lah Lumia, dari segi kualitas Bluetooth bagaimana? Pernah saya bandingkan penggunaan audio Bluetooth di L535 dengan flagship Android. Jarak 10 meter lebih audio masih play di Lumia tp di Android sudah stop (diluar jangkauan). Mungkin ini bisa juga pertimbangan salah satunya. Hehehe.

  2. Iya sih, Michael Fisher pernah bilang: Mending beli flagship tahun lalu daripada midrange terbaru. (y)

  3. Wihhh kangen mas afit juga,, dah lama semenjak jadi urban nih jarang nongol di forum hehehe