Google Menyelesaikan Akuisisi Divisi Smartphone HTC

smartphone htc

Lingkaran pun akhirnya terbentuk sempurna. Google mengawali handphone Android pertama, Nexus One, yang didesain dan diproduksi oleh HTC. Kini, Google sudah menyelesaikan proses pembelian divisi smartphone HTC untuk mengejar ambisinya di perangkat keras.

Perkembangan Perangkat Keras Google

Perangkat keras memang ambisi Google sejak lama. Terlihat sejak handphone Android diluncurkan untuk publik pertama kali pada tahun 2008. Begitu pun dengan laptop Chromebook dan tablet Nexus sebagai variasi smartphone.

Pada tahun 2016, Google merilis handphone Google Pixel dengan slogan Made by Google. Saat itulah Google mengumumkan pada dunia bahwa  akan serius mendesain dan memproduksi perangkat mereka sendiri. Pada tahun 2017, mereka merilis smartphone Pixel 2 dan beberapa perangkat lain.

produk baru google 2017, termasuk Google Pixel 2 dan PixelBook

Inilah yang membedakan Nexus dengan Pixel.

Nexus didesain dan diproduksi oleh manufaktur lain. Beberapa yang pernah bekerja sama dengan Google untuk produk Nexus adalah LG (smartphone), Samsung (smartphone dan tablet), ASUS (smartphone dan tablet), dan HTC sendiri (smartphone).

Di sisi lain, Pixel didesain dan dikembangkan oleh Google dan nantinya akan diproduksi sendiri oleh Google. Dengan begitu, Google bisa mengembangkan teknologi dan inovasi lebih maksimal. Seperti Apple dengan iPhone dan iPad, atau Microsoft dengan lini Surface.

Pada bulan September 2017, Google mengumumkan akan membeli divisi mobile HTC. Tepatnya tim HTC yang mengerjakan handphone Pixel. Tim tersebut akan bergabung di bawah bagian perangkat keras Google. Akhirnya, pada akhir Januari 2018, proses tersebut selesai. Divisi mobile HTC resmi bergabung di Google.

Kedekatan HTC Dengan Google

HTC merupakan pabrikan yang merilis handphone Android pertama kali. Handphone itu adalah HTC Dream (di Amerika dikenal sebagai T-Mobile G1). Selain itu HTC juga memproduksi handphone Nexus One. Yang pertama dari keluarga Nexus.

htc nexus one

Banyak yang menyayangkan ketika HTC tidak dipilih untuk membuat handphone Nexus selanjutnya. Smartphone HTC memang cukup terkenal berkualitas baik. Sayangnya persaingan keras smartphone Android (halo Samsung!) membuatnya hampir bertekuk lutut.

HTC kembali berkolaborasi dengan Google ketika Google Pixel dibuat. Saat itu, rumor bahwa Google akan membeli HTC sudah berhembus. Hal itu terbukti setahun kemudian, termasuk berlanjutnya produksi handphone Google Pixel 2 (Google Pixel 2 XL diproduksi oleh LG).

Bergabung Belum Tentu Berakhir Indah

Ya, ada banyak kisah—baik sedih maupun senang—dari proses akuisisi antar perusahaan. Tidak semua berjalan seperti yang diharapkan. Kita sudah menyaksikan beberapa di antaranya dengan jelas.

Kasus yang paling terkenal tentu saja ketika divisi perangkat dan layanan bisnis Nokia dibeli oleh Microsoft pada tahun 2013. Saat itu, Microsoft berambisi memiliki divisi mobile sendiri dengan sistem operasi Windows Phone. Sayangnya ambisi itu harus luruh. Nama Nokia pun beralih ke HMD Global yang melanjutkan produksi handphone Nokia di tahun 2017 dengan sistem operasi Android.

nokia lumia 950 xl dan nokia 8

Nokia Lumia 950 XL dan Nokia 8

Divisi smartphone HTC pun bukan yang pertama yang diakuisisi Google. Pada tahun 2011, Google mengumumkan membeli Motorola Mobility (proses akuisisi selesai setahun kemudian). Ketika itu, rumor kalau Google akan membuat handphone sendiri sudah merebak.

Namun kehadiran Motorola di Google hanya sebentar. Dua tahun kemudian, pada 2014, Google menjual Motorola Mobility ke Lenovo. Saat ini kita sedang menyaksikan perkembangan Motorola di bawah Lenovo.

Inovasi Bisa Terjadi

Tentu saja kondisi saat ini sudah berbeda dengan saat itu. Seperti sudah dibahas di atas, Google sudah punya lini smartphone Pixel. Selain itu, Google juga sedang bekerja keras menjalin harmoni antara perangkat keras, perangkat lunak, dan artificial intelligence. Jadi kita bisa berharap tidak terjadi kegagalan dari akuisisi ini.

Di sisi lain, kita bisa berharap perkembangan yang baik terjadi. Bahkan inovasi. Kita bisa berharap bahwa sistem operasi Android akan semakin baik. Kita mungkin juga bisa menyaksikan lahirnya teknologi baru. Seperti Microsoft memberi contoh manufaktur lain dengan teknologi yang ada di keluarga produk Surface.

kamera handphone google pixel 2

Dengan handphone Pixel, Google sudah sedikit banyak menunjukkan kemampuannya. Misalnya teknologi Google Assistant yang bersaing dengan Amazon Alexa. Selain itu, Google juga berhasil mematahkan mitos tren kamera ganda. Handphone Pixel 2, dengan kamera tunggal, terhitung sebagai handphone dengan kamera terbaik.

Dari sisi desain perangkat, kita mungkin juga akan bisa melihat bagaimana Google akan menyaingi Apple. Apple walaupun terkenal sebagai produk mahal, harus diakui punya kelas tersendiri dengan desain perangkatnya.

Yah, banyak yang bilang kalau Apple saat ini sedang mengalami kemandegan inovasi (teknologi kamera iPhone X pun masih jadi perdebatan). Pertanyaannya, apakah Google akan membawa angin segar inovasi dengan memiliki divisi perangkat sendiri?

Memang, kita di Indonesia belum bisa menikmati handphone Google Pixel secara umum. Toh, dengan membeli divisi smartphone HTC, Rick Osterloh (pimpinan divisi perangkat keras Google) menyatakan akan mengembangkan jejak Google di Asia Pasifik. Kita lihat saja nanti, apakah akan ada yang mampir ke Indonesia.

Ada komentar?