Editorial

Apa itu PureView?

kamera pureview nokia
sumber: Kārlis Dambrāns

Beberapa waktu lalu di artikel Foto-foto Malam Lumia 930, ada yang bertanya tentang istilah PureView. Sudah lewat beberapa tahun sejak blog teknologi ini ada, dan kami baru sadar bahwa kami belum pernah membahas lebih jauh soal teknologi kamera Nokia ini. Pembaca yang terhormat, dengan ini kami minta maaf. Untuk menebusnya, kami akan membahasnya.

Apa itu PureView? Secara sederhana, kamera ini merupakan gabungan beberapa teknologi — baik hardware maupun software — yang digunakan oleh Nokia dan (sekarang) Microsoft Mobile, untuk kamera di ponsel high-end mereka. Teknologi ini akan menghasilkan foto berkualitas tinggi bahkan di piranti yang kelihatannya memiliki keterbatasan untuk itu (telepon seluler). Untuk mengenalnya lebih jauh, kita perlu melihat ke belakang.

Nokia 808, Kelahiran PureView

Istilah PureView pertama kali terdengar ketika Nokia mengumumkan ponsel fenomenalnya, Nokia 808 PureView, di Mobile World Congress 2012. Ponsel tersebut pada akhirnya menerima penghargaan “Best New Mobile Handset, Device or Tablet” di Mobile World Congress 2012, Best Imaging Innovation for 2012 dari Technical Image Press Association, dan Gold Award dari Digital Photography Review. Ponsel Nokia 808 juga merupakan ponsel Symbian terakhir.

kamera pureview nokia 808
Kamera PureView Nokia 808 (sumber: Wikipedia)

Saat itu, sebutan teknologi yang digunakan oleh Nokia 808 adalah PureView Pro. Teknologi ini menggabungkan sensor sebesar 1/1.2 inci beresolusi 41 MP didukung oleh lensa Carl Zeiss berkemampuan tinggi. Teknologi ini juga didukung oleh pixel oversampling.

Sensor yang besar ini memungkinkan kita mendapat bidang gambar yang besar juga. Tergantung aspect ratio yang kita pilih, hasilnya bisa 7728 x 4354 pixels (33.6 Mpx) untuk 16:9, dan 7152 x 5368 pixels (38.2 Mpx) untuk 4:3. Aslinya, sensor ini mendukung ukuran 7728 x 5368 pixels (41.48 Megapixel).

Biasanya, walau di atas kertas gambar dari kamera PureView berukuran besar, output-nya adalah gambar 5 MP. Tapi ini bukan gambar 5 MP biasa. Gambar besar tadi lah yang dijadikan gambar dengan ukuran lebih kecil dengan kualitas berlipat melalui oversampling.

pureview pro sensor
PureView Pro sensor (sumber: Cchallag – English Wikipedia)

Dalam kasus ini, oversampling melakukan reproduksi gambar dengan menggabungkan data sekitar 7-8 pixel gambar menjadi 1 pixel gambar yang super. Hasilnya tentu saja gambar yang lebih tajam dari biasanya.

Selain gambar yang tajam, proses ini juga memungkinkan kamera melakukan lossless zoom. Lalu, apa itu lossless zoom?

Begini, pada optical zoom (zoom ala kamera SLR), pembesaran gambar didapat dengan pengaturan jarak lensa. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan pada kamera ponsel. Pada umumnya, kamera ponsel menggunakan apa yang lazim disebut digital zoom. Zoom jenis ini biasanya melakukan cropping pada gambar dan memperbesarnya (upscalling) dengan mempertahankan aspect ratio. Digital zoom konvensional tentunya tidak memiliki sensor besar dan tidak melakukan oversampling. Jadi kualitas gambar biasanya menurun.

Karena ketajaman gambar hasil oversampling tadi, alih-alih memperbesar gambar, kita diajak “masuk” ke dalam gambar. Dengan demikian, kualitas gambar tidak ada yang ‘terbuang’ (lossless). Kamera PureView memungkinkan kita melakukan lossless zoom (atau cropping) sampai 3 kali pembesaran untuk foto dan sampai sekitar 4 kali pembesaran untuk video. Di titik itu, kualitas sudah kembali ke saat sebelum oversampling. Inilah yang kelak di era Lumia 1020 menghasilkan jargon: “Shoot first, zoom later“.

Nokia 808 dengan teknologi kamera tersebut membawa kita pada kualitas gambar yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Lumia 920, Pendekatan Lain PureView

Kamera PureView hadir kembali di era ponsel Lumia. Pertama kali dirilis bersama Lumia 920 . Kali ini kamera PureView tidak memiliki sensor sebesar Nokia 808. Kamera Lumia 920 hanya memiliki sensor sebesar 1/3.2″, dan resolusinya normal. Sebutannya pun hanya PureView, bukan PureView Pro seperti di Nokia 808.

Untuk mendekati kualitas gambar PureView Pro, Nokia mengoptimalkan lensa dan membawa teknologi lain di Lumia 920. Kali ini yang disasar adalah kemampuan mengambil gambar di cahaya rendah (low light).

kamera pureview nokia lumia 920
Kamera PureView Lumia 1020 (sumber: N i c o l a)

Di Lumia 920, kamera PureView menghadirkan rana (bukaan kamera) yang lebih besar, Back-side Illuminated sensor (BSI), dan Optical Image Stabilization. Seperti yang sudah diketahui oleh para fotografer, rana yang lebih besar memang memungkinkan kamera menyerap cahaya lebih banyak. Rana Lumia 920 yang f/2.0 lebih besar dari rata-rata kamera ponsel lain yang f/2.4. Keuntungan lain adalah DoF (depth of field) yang lebih sempit, memungkinkan selective focus yang dramatis. BSI yang merubah susunan teknis sensor juga menyerap cahaya lebih banyak, dan memungkinkan gambar low light dengan resolusi tinggi. Sedangkan OIS, tentu saja, membantu memberikan kestabilan saat mengambil gambar low light (dibutuhkan waktu lebih banyak untuk menyerap cahaya yang sedikit, guncangan bisa mengganggunya).

Lumia 1020, Kelahiran Kembali PureView Pro

Pada Nokia Event di New York 11 July 2013, Nokia memperkenalkan ponsel Lumia 1020. Bersamanya hadir kembali sensor raksasa 41 MP yang sebelumnya lahir bersama Nokia 808. Dengan kata lain kamera PureView Pro.

Kalau sebelumnya teknologi PureView hadir dengan 2 karakteristik, gambar super tajam di Nokia 808, dan gambar low light di Lumia 920, di Lumia 1020 keduanya hadir beriringan. Selain sensor BSI yang besar (1/1.5″), Lumia 1020 juga dilengkapi dengan OIS. Bukaannya–walau tidak sebesar Lumia 920–f/2.2.

kamera pureview nokia lumia 1020
Kamera PureView Lumia 1020 (sumber: Kārlis Dambrāns)

Teknologi oversampling-nya mendorong lossless zoom yang lebih baik. Lumia 1020 mampu melakukan zoom sampai 4 kali di video 1080p dan 6 kali di video 720p. Di sinilah jargon “Shot first, zoom later” diperkenalkan.

Untuk menambah tawaran manis dari kamera PureView, melalui update firmware Black, Nokia menghadirkan fitur untuk menangkap gambar dalam format RAW (DNG). Format RAW ini sering disebut sebagai digital negative. Karena memiliki karakteristik yang mirip dengan negatif film. Tidak bisa langsung dinikmati sebagai sebuah gambar, tapi memiliki semua informasi untuk memproses gambar (yang kemungkinan berkurang dalam format JPEG).

Sama seperti Nokia 808, Lumia 1020 juga memiliki kamera yang menonjol di bodinya. Konsekuensi dari wadah sensor yang besar, beserta piranti pendukungnya.

Lumia 1520, Merampingkan PureView

Tonjolan pada Lumia 1020–walau bisa dimaklumi alasannya–mendapat cukup banyak kritik. Nokia cukup memahami permintaan konsumennya. Lumia 1520, yang diperkenalkan pada Nokia World event di Abu Dhabi tanggal 22 Oktober 2013, hadir sebagai jawabannya.

Lumia 1520 hadir dengan kamera PureView yang ‘dirampingkan’. Mengambil jalan tengah. Sensornya memang tidak sebesar Lumia 1020. Tapi kamera Lumia 1520 menghadirkan resolusi yang ditingkatkan (dari Lumia 920, yang juga memiliki sensor biasa), yaitu 20 MP.

kamera pureview lumia 1520
Kamera PureView Lumia 1520 (sumber: Kārlis Dambrāns)

Lumia 1520 juga dipersenjatai dengan oversampling, BSI, dan OIS. Ini membuat Lumia 1520 tetap mampu menghadirkan lossless zoom sampai 2 kali pembesaran (cropping). Lumia 1520 juga mampu mengambil gambar low light dengan kualitas yang luar biasa.

Teknologi kamera ‘jalan tengah’ ini juga diimplementasikan pada ponsel Lumia high-end berikutnya, yaitu Lumia Icon/930. Dugaan saya, perkembangan ‘jalan tengah’ akan dilakukan sampai nantinya bisa mencapai PureView Pro tanpa menghadirkan tonjolan yang mengganggu.

Kesimpulan

Seperti yang sudah saya sebut di atas, teknologi PureView merupakan gabungan dari beberapa teknologi untuk menghasilkan gambar dengan kualitas bagus. Tidak ada yang terlalu baku dalam racikannya. Bagaimanapun juga, teknologi terus berkembang. Kalau boleh meminjam jargon dari kepala divisi desain Nokia/Microsoft Mobile, Peter Griffith: Pure. Human. Advance..

Penyebutan istilah ini dalam setiap spesifikasi (data sheet) ponsel Lumia memang seringkali rancu. Karena bersamanya juga disebutkan teknologi pendukungnya. Seolah-olah teknologi kamera Nokia ini adalah teknologi yang benar-benar berbeda. Kalau mau dimaklumi, itu karena kalau hanya menyebutkan PureView saja, tidak semua orang paham teknologi yang ada di dalamnya. Apalagi teknologi itu hadir menyesuaikan kebutuhan ponsel yang bersangkutan (pada akhirnya orang yang menggunakan ponsel tersebut).

Mungkin apa yang disebutkan di artikel Pocket-lint benar, bahwa PureView hanyalah brand saja. Tidak semua kamera dengan teknologi ini memiliki spesifikasi yang sama. Namun, sekali lagi, teknologi selalu berkembang mengikuti manusia. Suka tidak suka dengan racikan PureView ini, kita punya pilihan apa yang sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan kita, dan kita sudah menikmati manfaatnya.

Sampai sejauh ini, kamera PureView sudah hadir di seri Lumia berikut: Lumia 920, Lumia 1020, Lumia 925, Lumia 928, Lumia 1520, Lumia 930 (Icon), dan Lumia 830.