8 Alasan Kenapa Browser Vivaldi Mencuri Perhatian

vivaldi browser

Dirilis pada 12 April 2016, Vivaldi memang sebuah browser yang terhitung baru. Namun dengan cepat browser ini meraih kepopuleran. Pada Januari 2017, penggunanya sudah mencapai satu juta orang.

Vivaldi berawal karena Opera menutup situs komunitas My Opera. Jon Stephenson von Tetzchner, co-founder dan mantan CEO Opera, menganggap komunitas penting untuk pengembangan browser. Ia membentuk komunitas online, lalu meluncurkan Vivaldi Technologies, yang pada akhirnya melahirkan browser ini.

Gunakan Vivaldi Sesuai Keinginanmu

Vivaldi menggunakan Blink rendering engine yang merupakan bagian dari Chromium. Chromium sendiri merupakan versi open-source dari Google Chrome. Namun secara tampilan, Vivaldi berbeda dari Chrome. Ia lebih mendekati Opera.

Salah satu yang paling menarik dari Vivaldi adalah kamu bisa mengatur hampir semuanya sesuai keinginanmu.

pengaturan tema browser vivaldi

Mulai dari mengatur halaman awal, theme (kamu bisa bikin tema sendiri dengan mudah), posisi tab, posisi panel, tombol di toolbar, shortcut, penggunaan gestur dan mouse, pilihan search engine, dll. Kamu bahkan bisa mengatur lengkungan sudut tab dan address bar.

Akses Cepat via Panel

Vivaldi memiliki panel di sisi kiri dan bawah browser. Melalui panel ini kamu bisa mengakses beberapa fitur yang ditawarkan Vivaldi dengan cepat. Ingat tampilan Opera baru? Ya, mirip.

Di sisi kiri terdapat: Halaman bookmark, halaman download, catatan, riwayat, panel web, dan setting. Sedangkan di bagian bawah ada: Capture page, page tiling (seperti split view), pengaturan animasi, dan page action (beberapa tindakan khusus).

Kalau kamu menganggap panel kiri mengganggu, kamu bisa menyembunyikannya dengan tombol di pojok kiri bawah. Sedangkan panel bawah tidak bisa kamu sembunyikan.

Tidak perlu aplikasi tambahan untuk catatan dan screen capture

Kedua hal ini cukup menyenangkan. Biasanya kamu harus menggunakan ekstensi atau aplikasi terpisah untuk membuat catatan dan screen capture. Di Vivaldi, keduanya sudah tersedia.

Catatan bisa kamu temukan di panel kiri. Tinggal klik dan tambahkan catatanmu. Kamu juga bisa membuat capture page dari situ dan menambah berkas lain.

catatan di browser vivaldi

Capture page bisa diakses dari panel bawah. Kamu bisa memilih mengambil seluruh halaman atau sebagian saja (lewat catatan pun seperti ini). Selain itu kamu bisa memilih format file apa untuk capture page.

Membuka halaman web berdampingan

Hal ini bisa dilakukan baik dengan menggunakan web panel atau page tiling.

Kalau kamu menambah situs di web panel, kamu bisa mengakses isi website itu di sidebar sementara berkegiatan di jendela utama. Tapi bukan berarti tampilannya kecil. Kamu bisa mengubah ukuran web panel dengan menggeser batasnya.

page tiling vivaldi browser

Sedangkan dengan page tiling — seperti namanya — kamu bisa menumpuk dan mengakses halaman web sampai empat buah. Bisa berjajar secara vertikal, horizontal, atau seperti ubin. TInggal pilih tab yang bersangkutan (shift + klik) dan pilih page tiling di panel bawah.

Intip Isi Halaman Situs

Vivaldi memiliki fitur yang disebut preview tab. Dengan fitur ini kamu bisa mengintip isi atau bentuk halaman situs dengan cepat.

Pertama, kamu bisa melihatnya dengan meletakkan kursor di tab yang bersangkutan. Maka kamu akan melihat preview dari situs yang kamu buka di tab itu.

preview tab vivaldi browser

Kedua, kalau ingin lebih cepat melihat, kamu bisa menggeser ke bawah garis pemisah antara tab dan address bar. Maka bidang preview akan muncul secara lebih permanen.

Menggabungkan Tab

Kamu bisa menggabungkan beberapa tab menjadi satu grup (tab stack). Satu halaman akan tampil di depan sementara yang lain tersembunyi. Kalau kamu letakkan kursor di atas tab tersebut (yang ada tab kecil di atas tab) akan muncul preview halaman web yang ada di tab tersebut.

tab stack vivaldi browser

Ini berguna kalau kamu membuka banyak tab dan ada yang satu tema. Apalagi kamu bisa “hibernate” tab yang tidak aktif untuk berhemat. Kalau mau, kamu juga bisa menggabungkan page tiling dengan tab stack ini.

Simpan Sesi Penelusuran sebagai Speed Dial

Ada kalanya kamu membuka banyak tab dan harus meninggalkannya. Vivaldi memiliki fitur Speed Dial folder yang akan menyimpan semua tab itu dalam satu folder. Seperti ekstensi Toby di Chrome.

speed dial folder

Saat saya menulis artikel ini, menyimpan, mengatur dan membuka sesi dengan Speed Dial folder masih belum cukup sederhana. Belum seperti Toby.

Menggunakan Ekstensi Chrome

Karena Vivaldi dibangun berdasar Chromium, maka kamu bisa menggunakan ekstensi Chrome di browser ini. Tentu saja karena basis tampilannya berbeda, ada beberapa ekstensi yang tidak akan berfungsi dengan baik. Tapi untuk beberapa layanan seperti Pocket, dll tidak ada masalah.

Sebenarnya masih ada beberapa — ahem, banyak — fitur lain yang di miliki oleh Vivaldi. Seperti Reading Mode, Rewind (Pergi ke halaman pertama di website yang kamu buka), atau Fast Forward (Pergi ke halaman selanjutnya dari halaman bersangkutan. Tapi saya kurang yakin fungsinya). Poin-poin yang saya sebut di atas merupakan apa yang saya anggap menarik dari browser ini.

Kombinasi fitur browser Vivaldi sangat banyak. Begitu banyak sampai saya pikir mejelaskan saja tidak cukup. Kamu harus mencobanya sendiri.

Harus saya sebutkan bahwa Vivaldi bukanlah browser dengan kecepatan mengagumkan. Dari pengalaman saya, Chrome masih terasa jauh lebih gesit.

Browser merupakan pilihan pribadi. Karena tiap orang menggunakannya dengan berbeda dan mendapat “feel” yang berbeda juga. Tidak akan mengherankan kalau kamu kembali ke browser favoritmu — entah Chrome, Firefox, Opera, Safari, Brave, Edge, dll — setelah mencoba Vivaldi.

Tapi kalau kamu suka “membuat” browser-mu sendiri, Vivaldi akan mencuri perhatianmu dan bisa memikat hatimu.

DOWNLOAD
2 I like it
0 I don't like it

(Juru tulis dan desain)

Hobi nonton film dan baca buku. Punya kekuatan super: doyan nongkrong dan ngobrol.

Yuk komen